Bilaku lakukan perhitungan, ternyata sudah 12 kali tanggal 17 Agustus aku tak berada di bumi nyiur melambai. Seratus persen aku tak merasakan secara langsung keadaan dalam negeri ketika dipimpin oleh presiden ke 7. Presiden ke 8 pun tampaknya sama. Aku masih menatap bumi pertiwi dari layar.
Aku tentu merasa bersalah, karena tak mampu berkontribusi banyak untuk negeri.
Memang aku tak dapat beasiswa dari negara ketika belajar di luar negeri,
Memang aku tak memenangkan perlombaan nasional terkait penelitian dimasa aku menjadi mahasiswa di sana.
Memang aku muak dengan berita korupsi yang tetap saja terjadi.
Namun dasar aku manusia nyiur melambai, kemanapun deburan pantai selalu ku rindukan.
Sehingga walau kini aku ada di ujung selatan belahan bumi utara negara kepulauan, tetaplah pantai yang aku cari.

Hari ini, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, Aku tetap tak banyak berikan kontribusi. Yang baru mampu aku lakukan adalah melakukan penelitian ilmiah dan mempublikasikannya.
Aku belum mampu memajukan atau berkontribusi langsung dalam perekonomian Indonesia.
Berantas koruptor pun bukan wewenangku.
Tapi aku ingin beritahu ke kalian bahwa aku tetap peduli Indonesia.
Tunggu lah dulu. Mari jangan menyerah. Mari bersama sama berjuang untuk bikin Indonesia yang lebih baik.

Leave a comment