dan permainan tahun 2016 telah dimulai. Aku memang belum paham, mengapa kata “happy” selalu menjadi kalimat pembuka sebelum kata yang mereka bilang “tahun baru”. Awalnya aku ingin bertanya kebermanfaatan dari penggunaan kata happy dan perayaan-perayaan yang mungkin saja kosong manfaat bila hanya dihabiskan dengan hura-hura. Namun bumi mengajarkan bahwa kata “happy” adalah doa anak manusia dalam pencapaian cita tertinggi , bahagia.
2015 yang lalu mungkin ada banyak gemuruh -gemuruh di dada yang seharusnya dibungkus rapi dan dibuang ke kotak sampah. Sungguh ternyata Tuhan menjagaku dengan proteksi berlapis-lapis hingga tak jua diri ini terjerumus pada hal salah dalam hubungan dua cucu adam.
Mungkin itulah hal yang patut aku syukuri paling dalam 2015. Nelangsa tentu saja sempat muncul, namun sesuatu bila ditakdirkan untuk kita, tentu saja jalannya akan selalu ada.
Mungkin Tuhan ingin kita sama-sama tuk mencari, saling merindukan dalam doa-doa mendekatkan jarak kita
Halaqah Cinta – Kang Abay

Apa yang kita cari, jawabannya mungkin bukan tahun ini, bukan esok dan bukan lusa. tapi kemungkinan untuk mungkin tahun ini mungkin esok atau lusa juga tetap ada, maka sebutlah tahun 2016 ini adalah tahun ikhtiar dan belajar hal yang lebih besar, Ikhlas. Karena jalan masih panjang, semoga pundak kita dikuatkan untuk terus melangkah.

Leave a comment