Di dunia yang berisik ini, kapan kamu mendengar suara nafss sendiri?. Menghirup udara dengan dalam dan melepaskannya dengan seksama. Kalau aku jawabnya adalah ketika berendam dengan air hangat (sekitar 40 derajat celsius) di saat mandi.
Suatu budaya di Jepang, setelah selesai sabunan, kamu akan merendam dirimu di bath up. Budaya ini sudah terjadi jauh sebelum perang dunia 1, sepertinya dimulai sekitar abad ke 6.
Pada saat itu budaya berendam dikenalkan sebagai bagian dari budaya Buddha. Tujuannya adalah purifikasi diri. Berabad- abad setelahnya, berendam jadi bagian kehidupan sehari-hari. Ketika lelah bekerja, lelah beraktifitas, berendam adalah cara untuk bermeditasi jiwa.
Berhubung aku sedang dalam proses postpartum, ada beberapa moment tekanan darahku di atas 120/80, hal ini dikarenakan kurang tidur. Lalu aku berendam selama 10 menit setelah membersihkan diriku. Selesai berendam, 30 menit setelahnya, tekanan darahku menjadi 117/79 (sekitar itu) dan badanku berasa enakan. Satu yang perlu dicatat, saat berendam, aku tidak melakukan aktifitas lain (semisal nonton video di bath up).
Aroma dan efeknya ke dalam jiwa dan badan merupakan bagian dari penelitianku. Tentu saja selain berendam dengan air bersuhu 41 derajat celsius, aku tambahkan bath bomb untuk menginduce relaksasi lebih dalam. Akhir-akhir ini aku suka berendam dengan air aroma matcha. Bila kamu tertarik, silahkan coba sendiri..


Leave a comment