Memulai hidup sebagai assistant professor

Sebenarnya saat saya mennghampiri laman dashboard dari website ini, saya berancana untuk menghapus subscrisi domain dari website ini. Hal ini dikarenakan karena lapak ini sudah sangat jarang saya kunjungi. Bahkan update terakhir adalah menganai pernikahan saya dengan suami, setahun lalu. Tapi takdir berkata lain, ada komentar dari kalian yang bikin saya ga jadi menghapus website ini.

Lapak catatan Ph.D ini adalah lapak yang sudah lama sekali saya bikin. Mungkin dari sejak beberapa dari kalian belum lahir ( setua itu aku ya). Berawal dari perpanjangan blog di blogspot, sekalian bagian dari tugas kuliah waktu masih semester 2 di teknik elektro, aku bikinlah lapak ini.

Hingga akhirnya aku ternyata kebablasan kuliah. Gak nyangka aja terus lanjut sampe S3. Mungkin beberapa pembaca sudah pada tau, seberapa drama nya tahun akhir kuliah S3 ku. Setelah lulus kuliah S3, eh Covid 19 menyerang.

Jadilah aku tetap berkarir di Jepang. Mulai dari perubahan Visa student, ke Visa Tokutei Katsudo, buat job hunting di Jepang karena udah kelar kuliah, sampai akhirnya aku dapat Visa Engineering, dan berakhir di Visa Professor.

Visa professor? iya benar sekali. Tahun lalu, ada banyak sekali pengalaman hidup yang tidak aku ceritakan di lapak ini. Karena percayalah, setelah kelar kuliah, dunia kerja ternyata sibuknya lebih lebih lagi. Namun tahun 2025 ini tampaknya ada kesempatan untuk update update lagi ini blog. Aku apresiasi buat para pembaca yang masih ingat blog ini. Terimakasih sudah membaca, dan bahkan mengeksplor keberadaan ku. Iya benar, aku menghapus berbagai sosial media ku. Kenapa? Karena aku merasa tidak nyaman. Dengan beban gelar doktor, aku rasa aku harus lebih berhati-hati dalam berkomentar beraksi di dunia maya. Tidak semua orang suka dengan berita yang aku upload di sosial media. Aku takut, berbagai kegagalan yang tidak aku rencanakan terjadi karena harapan tak sengaja yang terucap dari orang -orang yang merasa bahwa aku adalah rivalnya. Makanya aku banyak bergerak dalam diam.

Lalu apa kaitannya dengan judul dari tulisan di lapak kali ini?

Aku ingin membagi kabar gembira buat para pembaca yang dari jaman aku masih mahasiswa masih mengikuti sepak terjang ku. Jujur, aku sempat memilih untuk bekerja di industri karena bekerja sebagai akademia di Jepang itu, alamak jang, susah kali tembusnya. Apalagi kalau kamu ga punya surat rekomendasi dari professsor sebelumnya. Tapi ternyata dunia itu ga ketebak. Yang ga mungkin, bisa aja jadi mungkin. Aku tentu tidak akan membagi kan pait-paitnya hidup sebagai mahasiswa Ph.D di masa lalu. Karena itu akan membangkitkan kenangan-kenangan yang ga mau aku ingat. Sekarang mari kita menata hidup lagi. kali ini status ku adalah sebagai orang yang mendukung kalian untuk mencapai cita-cita kalian sampai gelar pendidikan yang kalian dapatkan itu tercapai. Kita mulai langkah ini dengan menjadi assitant professor. Akankah suatu saat aku menjadi professor? jujur, aku pun tak tau kawan.. Aku hanyalah warga negara asing di sini.. tapi seperti yang kalian tau. Dari awal aku menginjakkan tanah matahari terbit ini dari titik nol. dari titik aku ga kenal siapa-siapa. dari titik aku ga punya satu pun seorang senior dari kampus atau tanah kelahiran yang sama, sampai aku mulai langkah kaki ini, lalu ulurkan tangan ini, untuk berjalan bersama, orang -orang yang mau berjuang, yang punya mimpi besar, yang ga peduli apa kata orang. atau istilah singkatnya adalah : Bocah Nekad.

Mari kita berdoa bersama. Semoga catatan perjalanan kedepan, semaking bermakna. Meski hidup tak terlalu dan melulu tentang kesenangan, semoga saja kita bisa tenang dalam menghadapi segala warna yang muncul. Hadapi hari layaknya matahari terbit di tanggal 1 januari.

Leave a comment