Angin semakin kencang, tampaknya typhoon benar akan mengajak berkelahi suhu udara di daerah Chubu. Kami yang sedari siang mengadaptasikan diri di stasiun 5 Fujiyama, memutuskan untuk memulai pendakian saat jam 6 sore. Sebelum pendakian dimulai, saya meminta tolong pada petugas pos penjagaan fujiyama di post 5.
“sumimasen, shasshin tottemorate ii desuka ?” bisakah anda mengambilkan foto?
setelah beberapa kali cekrek, akhirnya si bapak bertanya
“apakah ini pertama kalinya kami mendaki gunung ini?”
dan berkali – kali pula saya jelaskan bahwa untuk pendakian ke gunung fuji, ya ini adalah yang pertama.. berkali kali saya tegaskan pada penekanan Gunung Fuji. agar tidak berkesan ini adalah pendakian perdana kami.
FYI, kami(beranggotakan Enggar pecinta alam, Hada wanadri, Febby ciu , dan dilla the explorer)ber empat menempuh perjalanan menuju stasiun 5 Fujiyama ini dengan waktu berhari-hari
Sekitar sebulan lamanya kami mempersiapkan diri untuk mendaki Fujisan,
Mencari rute terbaik serta biaya optimum yang sesuia dengan kantong mahasiswa.
Four Trail Heads and Mountain Trails
- There are four trails that lead to the summit of Mt. Fuji.
- Each trail has its own trail head as the starting point.
Yoshida Trail Head : Fuji-Subaru Line 5th Station
Subashiri Trail Head : Subashiri Trail 5th Station
Gotemba Trail Head : Gotemba Trail New 5th Station
Fujinomiya Trail Head : Fujinomiya Trail 5th Station
lengkapnya dapat diakses di web berikut ini :
setelah rapat berkali-kali, akhirnya kami memutuskan melakukan pendakian melewati Rute Fujinomiya dengan menggunakan tiket seisun 18 kippu.
Apa itu tiket seisun 18 kippu ?
Sheishun 18 Kippu adalah tiket kereta yang memungkinkan penggunanya untuk menggunakan jasa JR di line apapun dan dimanapun. JR adalah perusahaan transportasi skala besar di Jepang. Namun perlu diperhatikan bahwa Seishun 18 Kippu ini hanya berlaku untuk kereta reguler dan kereta cepat (kaisoku ressha) dengan tempat duduk bebas. Jadi tidak disarankan untuk Anda yang berwisata dengan batasan waktu.
Perjalanan yang kami tempuh, bolak balik Fukuoka- Shizuoka adalah 5 hari 4 malam. Di mulai pada tanggal 17 Agustus 2016 dan berakhir pada tanggal 21 Agustus 2016.
Berikut ini jadwal lengkap perjalanan kereta yang kami gunakan.
total budget yang kami gunakan dalam pendakian ini adalah berkisar 23000 yen (sudah termasuk tiket seisun 18 kippu, hotel, perlengkapan pendakian). Berhubung kami ber 4, maka kami cukup membeli 16 stamp.

Berhubung jarak antara Fukuoka dan Shizuoka hampir 1000KM maka dibutuhkan waktu dua hari untuk mencapai lokasi stasiun 5.
Sehari sebelum keberangkatan, sahabat saya yang berasal dari Polandia dan merupakan backpacker pro memberi wejangan pada sayan
ingatlah bahwa pendakian Fujisan adalah Mengenai kamu dan dirimu. Jangan terpancing dengan kecepatan langkah orang lain,, karena yang mengetahui tentang kemampuan mu adalah kamu… bila kamu terpancing, dan itu diluar kekuatanmu, itu akan sangat berbahaya
Dengan menyimpan kenangan dari kalimat itu, perjalanan dimulai , 17 agustus sekitar 6:45 pagi, kami melangkah ke stasiun Yoshizuka, Fukuoka.

Disuatu penginapan, yang berlokasi di Shizuoka, saya meninggalkan jejak di peta dunia.
Setelah menginap di suatu penginapan di Shizuoka, pendakian di hati ke tiga tepatnya 19 agustus akhirnya dimulai.

Siang itu, seperti yang dapat dilihat di video ini, hari tampak sangat cerah
https://www.instagram.com/p/BJSGhPTBY_H/?taken-by=dilla_theexplorer
Hingga akhirnya…. kembali pada pukul 6 sore 2016..
sesuai perkiraan… typhoon datang….
sang petugas memberikan informasi mengenai resiko yang akan kami dapatkan apabila terus memutuskan untuk melakukan pendakian.
dia berkata
seperti yang kalian rasakan sekarang, angin sangat kuat dan saya tidak menyarankan kalian untuk mendaki Fujisan. Apakah kalian punya rencana cadangan? angin di sini saja sudah kencang, pertanda diatas akan jauh lebih kencang lagi. Bahkan akan sangat sulit bagi kalian untuk bergerak
Namun gejolak darah muda, dan perjuangan dari satu stasiun ke stasiun lainnya membuat kami tak gentar untuk melakukan perjalanan.
coba tunda dulu keberangkatan kalian setelah jam 8 malam
Setelah solat, dan waktu menunjukkan pukul 8 malam, kami memutuskan untuk memulai pendakian.
Masa muda memang masa yang berapi-api. Alhamdulillah, permulaan pendakian angin kencang tersebut malah berhenti. sebelum memulai pendakian, dalam hati saya berdoa semoga Fujisan mengizinkan kami untuk singgah ke puncaknya dan mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi Jepang ini…..
Kami melakukan pendakian dengan menghabiskan waktu sekitar 20 menit dari stasiun 5 ke stasiun 6. Perjalanan tergolong lancar, dan saya serta rekan membeli stick pendakian yang dapat dibubuhkan stamp setiap kita mencapai stasiun tersebut. Selain stick tersebut tampak kece, stick ini juga menjadi alat bantuan untuk melakukan pendakian.
https://www.instagram.com/p/BJcsse7hgE5/?taken-by=dilla_theexplorer
kurang lebih ada 9,5 stasiun di tambah puncak yang harus kami tempuh..
Dengan medan Fujinomiya yang tergolong dalam warna biru, dan merupakan trail dengan puncak tertinggi dibandingkan trail atau jalur lainnya. Tanah yang kami lalui benar -benar gersang dan berbatu.
Maaf sekali bila tidak ada dokumentasi selama pendakian… selain karena terfokus pada moment pendakian, benar-benar tidak ada waktu untuk membuka handphone. Dan perlu dicatata bahwa ini adalah pendakian perdana saya pada gunung merapi aktif dan rekor pedana saya mendaki gunung dengan ketinggian 3700 meter. Saya adalah anggota ter amatir dan terlemah dalam tim ini.
Dari stasiun 6 ke stasiun 7, mulai terasa medan semakin menantang…
ada masa kami ber empat terduduk memandang bulan ke 16 dan cahaya kerlap-kerlip perumahan dari ketinggian 3000 meter lebih . Sungguh pemandangan indah dan tak mungkin terlupakan.
tampaknya stasiun ke 8, nyali saya semakin tipis.. Jaket winter akhirnya mulai digunakan semuanya. Termasuk jaket hujan. Karena akhirnya angin mendatangi kami.
Jalur yang semakin berbatu, malam yang semakin dingin, dan badan yang mulai lelah membuat saya terduduk.. begini rasanya mendaki gunung dalam cuaca buruk.
Langkah grup mulai melambat.. ini sudah pendakian dengan menempuh waktu lebih dari 6 Jam.. dan dada mulai sakit (kemungkinan karena altitude sickness).
Pada kondisi mulai down, akhirnya rekan saya berinisiatif untuk melangkah bersamaan agar saya termotivasi untuk terus melangkah.
Stasiun ke 9..
sambil terduduk, saya menghirup tabung oksigen sekitar 4 kali (lupa)..
kaki saya sudah berat sekali..
dan kalimat terbodoh yang saya sendiri tidak berharap keluar dari mulut saya ,,
batas sini sajalah, saya gak kuat lagi
Tapi rekan-rekan saya yang luar biasa tetap sabar dan memotivasi saya untuk terus melangkah..
kata-kata yang dilontarkan oleh sahabat saya sehari sebelum keberangkatan menjadi terngiang kembali
“it’s about you and yourself”
stasiun 9 ke 9,5
jalur yang berbatu, ditambah hujan, serta kami wajib antri dan kadang merangkak (karena ada banyak pendaki yang berdatangan menuju puncak, maka kami harus berjalan dalam antrian). Medan terberat yang pernah saya alami seumur hidup,,, semua hal tentang Fujisan adalah semua hal pertama yang pernah saya lakukan.
ini adalah peristiwa pemecahan berbagai macam rekor dalam hidup.
Saya bisa mampu terus berjalan, karena dorongan para anggota tim. Leader memberi arahan, anggota memberi inisiatif, dan kami terus berjalan.
Setelah 9 jam pendakian, akhirnya sampailah kami di puncak tertinggi Jepang,
kami mengharapkan dapat menyaksikan sunrise, namun sayang.. karena typhoon maka yang terlihat adalah kabut putih tebal.

Apakah saya wanita pertama dari Bengkulu yang mencapai puncak Fujiyama? entahlah..
tak lama waktu yang kami habiskan dipuncak…kami harus segera turun untuk mengejar bis yang akan mengantarkan kami ke stasiun kereta dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Fukuoka.
Dalam kedaan kaki kami semua sakit, dan beberapa diantara kami terkena gangguan penglihatan, jalan turun tidak gampang.. bahkan dari stasiun puncak ke stasiun 8, perjalanan dilakukan sangat lambat… karena kecepatan saya yang sangat lambat, hingga merugikan teman setim, ditambah dengan hujan badai yang mengguyur badan kami habis-habisan membuat badan menjadi lemah dan keinginan untuk buang air kecil semakin besar.
Sialnya untuk menggunakan toilet, dibutuhkan uang koin 100 yen dua buah, dan saya tidak mempunyai itu. Tim saya menunggu sangat lama untuk kegiatan pribadi saya ini. wajar saja, badan yang lemah menjadi capek dan emosi mulai keluar.. tapi perjalanan harus dilakukan.. saatnya paham bahwa kita semua sesama manusia capek, harus menahan semua gejolak dan segera mengejar bis..
waktu turun yang kami tempuh adalah 4 jam!
sampai di stasiun 5, kaki saya dan rekan saya tak mampu digerakkan lagi. Kami terduduk di tangga. dalam keadaan basah kuyup luar biasa..
but we made it!!
selain berhasil mencapai puncak, kami dapat turun tepat waktu..
hingga akhirnya saya juga dapat mempublish tulisan ini pada tanggal 22 agustus.

note : tidak disarankan menggunakan jalur Fujinomiya bila tidak ada orang yang ahli dianggotamu. Disarankan untuk menggunakan jalur Yoshida untuk para pendaki amatir. Ini bukan cerita mengenai siapa yang kuat. Tapi ini merupakan cerita tentang keselamatan.
*foto memang diupload tidak lengkap, selain alasan privasi dan juga belum dikirim oleh rekan seperjalanan
mendaki gunung merupakan salah satu cara untuk mu mengenal siapa dirimu sendiri,, pada titik terlemah dirimu.. saat kepala tak mampu berpikir jernih sama sekali, tindakan -tindakan yang kamu lakukan akan menunjukkan siapa kamu sebenarnya. Bila ternyata banyak cela yang kamu temukan, pertanda kamu belajar untuk mengenal dirimu sendiri dan bersiaplah untuk melakukan perbaikan diri.
Sampai Jumpa di eksplorasi berikutnya.
target 2016 : locked
Yoshida Trail Head : Fuji-Subaru Line 5th Station
Subashiri Trail Head : Subashiri Trail 5th Station
Gotemba Trail Head : Gotemba Trail New 5th Station
Fujinomiya Trail Head : Fujinomiya Trail 5th Station
Leave a comment